Batu juga dikenal sebagai kawasan agropolitan, sehingga mendapat julukan
Kota Agropolitan. Seperti halnya kawasan Malang Raya dan sekitarnya,
Batu banyak menghasilkan apel, sayur mayur, dan bawang putih. Batu juga
dikenal sebagai kota seniman. Ada banyak sanggar lukis dan galeri seni
di kota ini. Yang populer di Kota Batu antara lain Batu Night Spectaculer, Jatim Park 1, Museum
Satwa dan Museum Angkut, Secret Zoo, Eco Green Park, Museum Tubuh, predator fun park, Paralayang. Selain itu banyak tempat wisata alam yang tak kalah menarik seperti, coban rais, coban talun, coban putri, Arboretum Sumber Brantas, kusuma agrowisata dan masih banyak lagi yang lain.
Tampilkan postingan dengan label Daerahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerahku. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Agustus 2016
Makanan
Edit Posted by Unknown with No comments
Kota Batu terkenal dengan Apelnya, semua tahu itu. Lalu, adakah makanan khas lain dari kota dingin ini?
Cincau
Cincau biasa di buat sebagai minuman yang manis dan dingin. Bisa juga di gunakan sebagai bahan tambahan kolak. Cincau berasal dari daun cincau yang di haluskan dan diambil sarinya untuk kemudian di olah menyerupai jelly kenyal berwarna hijau atau hijau kehitaman. Biasanya cincau dicampur di dalam minuman seperti es campur atau yang sering di temukan adalh capcin.
Di kota Batu, para pembuat cincau terletak di desa Tlekung, kecamatan Junrejo.
Cuka Apel
Sebagai penghasil apel yang besar, Kota Batu juga berhasil mengolah bahan makanan baru dengan menggunakan apel sebagai bahan dasarnya. Cuka apel, adalah salah satu produk andalan kota Batu yang terletak di desa Temas. Produk cuka apelnya di pasarkan dengan menggunakan merk Wukir Sari.
Dodol Apel
Satu lagi produk olahan dari apel adalah dodol apel. Makanan yang manis dan kenyal ini di produksi di desa Bumiaji dan telah di pasarkan ke hampir seluruh Indonesia.
Keripik Apel
Tak puas menggunakan olahan apel dalam bentuk makanan manis, Kota Batu pun ber ekplorasi menjadikan apel sebagi keripik andalan mereka. Bersama dengan berbagai macam kripik buah a la kota Malang dan Batu, keripik apel juga banyak di beli oleh para wisatawan sebagai produk oleh-oleh.
Ketan Legenda 1967
Dan kalau ke Kota Batu belum sah jika belum mencicipi sajian ketan di Pos Ketan Legenda - 1967. Ya, Pos Ketan ini sudah menjadi ikon kuliiner di kota wisata yang sejuk ini. Ketan dengan aneka topping menjadi sajian di kedai ini, tidak kurang dari 12 varian yang dihadirkan dalam daftar menu.
www.adventurose.com
Cincau
Cincau biasa di buat sebagai minuman yang manis dan dingin. Bisa juga di gunakan sebagai bahan tambahan kolak. Cincau berasal dari daun cincau yang di haluskan dan diambil sarinya untuk kemudian di olah menyerupai jelly kenyal berwarna hijau atau hijau kehitaman. Biasanya cincau dicampur di dalam minuman seperti es campur atau yang sering di temukan adalh capcin.
Di kota Batu, para pembuat cincau terletak di desa Tlekung, kecamatan Junrejo.
Cuka Apel
Sebagai penghasil apel yang besar, Kota Batu juga berhasil mengolah bahan makanan baru dengan menggunakan apel sebagai bahan dasarnya. Cuka apel, adalah salah satu produk andalan kota Batu yang terletak di desa Temas. Produk cuka apelnya di pasarkan dengan menggunakan merk Wukir Sari.
Dodol Apel
Satu lagi produk olahan dari apel adalah dodol apel. Makanan yang manis dan kenyal ini di produksi di desa Bumiaji dan telah di pasarkan ke hampir seluruh Indonesia.
Keripik Apel
Tak puas menggunakan olahan apel dalam bentuk makanan manis, Kota Batu pun ber ekplorasi menjadikan apel sebagi keripik andalan mereka. Bersama dengan berbagai macam kripik buah a la kota Malang dan Batu, keripik apel juga banyak di beli oleh para wisatawan sebagai produk oleh-oleh.
Ketan Legenda 1967
Dan kalau ke Kota Batu belum sah jika belum mencicipi sajian ketan di Pos Ketan Legenda - 1967. Ya, Pos Ketan ini sudah menjadi ikon kuliiner di kota wisata yang sejuk ini. Ketan dengan aneka topping menjadi sajian di kedai ini, tidak kurang dari 12 varian yang dihadirkan dalam daftar menu.
www.adventurose.com
Budaya
Edit Posted by Unknown with No commentsKota Batu yang dikenal dengan kota pariwisata dan kota sejuta pesona ini tentu banyak menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun internasional, sehingga tak heran jika banyak pengunjung yang menyebabkan kemacetan tiap akhir pekan atau libur panjang. Selain pariwisata, Kota Batu memiliki budaya yang juga menarik perhatian para wisatawan, berikut kebudayaan yang ada di Kota Batu
- Seni Tradisional Bantengan, adalah sebuah seni pertunjukan
budaya tradisi yang menggabungkan unsur sendra tari, olah kanuragan,
musik, dan syair/mantra yang sangat kental dengan nuansa magis.
Seni Bantengan yang telah lahir sejak jaman kerajaan jaman
Kerajaan Singasari (situs candi Jago – Tumpang) sangat erat
kaitannya dengan Pencak Silat. Walaupun pada masa kerajaan Ken Arok
tersebut bentuk kesenian bantengan belum seperti sekarang, yaitu
berbentuk topeng kepala bantengan yang menari. Karena gerakan tari yang
dimainkan mengadopsi dari gerakan Kembangan Pencak Silat.
Permainan kesenian bantengan dimainkan oleh dua orang yang berperan sebagai kaki depan sekaligus pemegang kepala bantengan dan pengontrol tari bantengan serta kaki belakang yang juga berperan sebagai ekor bantengan. Kostum bantengan biasanya terbuat dari kain hitam dan topeng yang berbentuk kepala banteng yang terbuat dari kayu serta tanduk asli banteng.
https://bantengannuswantara.wordpress.com
2. Sanduk adalah sebuah tarian yang
dimainkan oleh banyak orang serta diiringi dengan musik pengiringnya.
Tari sanduk dapat diikuti oleh semua orang tidak terkecuali dan tidak
mengenal umur, baik anak-anak maupun orang dewasa. Tarian ini biasanya
ditampilkan pada saat perayaan-perayaan tertentu maupun festifal yang
diperlombakan. Sebenarnya tarian ini merupakan tarian khas asal Madura, namun karena banyak imigran asal madura yang datang ke kota batu sehingga tarian ini dikembangkan dan lebih sering dimainkan oleh penduduk kota batu.
https://pandunuge.blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)

